| Mobile| RSS

Geografi Magelang

| posted in | 0 comments

Kota Magelang terletak pada 110°12'30" - 110°12'52" Bujur Timur dan 7°26'28" - 7°30'9" Lintang Selatan dan dikenal sebagai Kota ABRI, Kota Transit, Kota Pendidikan, dan Kota Jasa. Luas wilayah Kota Magelang + 18,12 km2, terbagi atas 3 (tiga) Kecamatan dan 17 (tujuh belas) Kelurahan dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :


1. Sebelah Utara: Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang
2. Sebelah Timur: Sungai Elo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang
3. Sebelah Selatan: Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang
4. Sebelah Barat : Sungai Progo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang

Dari batas-batas wilayah yang mengitarinya, dapat diketahui bahwa Kota Magelang berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Magelang.

Kota Magelang merupakan dataran tinggi yang berada kurang lebih 380 m di atas permukaan laut, dengan kemiringan berkisar antara 5% -45%. Kemiringan yang terjal terdapat pada bagian barat (sepanjang Kali Progo) dan sebelah timur (sepanjang Sungai Elo). Bagian tengah Kota Magelang, mulai dari Kompleks AKMIL ke Utara hingga RS Jiwa Prof. Dr. Suroyo merupakan daerah yang relatif datar dengan kemiringan ±5 %.

Kondisi Klimatologi Kota Magelang dikategorikan sebagai daerah beriklim basah dengan rata-rata kelembaban 88,8% dan curah hujan yang cukup tinggi sebesar ± 2.952 mm/th. Berkaitan dengan keberadaan Kali Kota yang berfungsi sebagai penggelontor aliran air, oleh karena sudut kemiringan kota, maka air hujan akan mengalir lancar ke Sungai Progo dan atau Sungai Elo.

Kawasan Budidaya Kota Magelang meliputi kawasan permukiman, jasa, industri, perdagangan, perusahaan, sawah, tegalan, hutan, taman/sperspace/rekreasi, sungai dan saluran irigasi. Sesuai tipologi perkotaan, Kota Magelang mengalami alih fungsi lahan, terutama dari lahan pertanian ke non pertanian. Sebagai ilustrasi, luas potensi tanah sawah kota Magelang pada tahun 2003 seluas 251,0218 ha sedangkan pada tahun 2004 menjadi 248,4753. Hal ini menunjukkan bahwa dalam satu tahun telah terjadi alih fungsi lahan sebesar 2,5465 ha. Seiring dengan kemajuan pembangunan perkotaan, penurunan luas potensi kawasan budidaya akan terjadi karena terjadinya alih fungsi lahan yang sulit untuk dihindari dan hal ini juga merupakan salah satu karakteristik kawasan perkotaan.

Kecuali kawasan budidaya, Kota Magelang juga memiliki kawasan lindung yang meliputi:

1. Kawasan Hutan Perlindungan, dalam hal ini adalah Gunung Tidar, dengan luas ± 73,74 ha
2. Kawasan Perlindungan Setempat seluas ± 15,7 ha di Sepadari Sungai
3. Kawasan Cagar Alam dan Cagar Budaya di Taman Kyai Langgeng seluas + 25,8 ha
4. Kawasan Perlindungan Khusus yang berada di Instansi Militer seluas ± 156,40 ha

Selain itu, Kota Magelang juga memiliki kawasan rawan bencana yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembangunan. Kawasan rawan bencana tersebut terletak di kelurahan Gelangan, Panjang, Jurangombo, Wates, serta Kramat.

Kota Magelang memiliki posisi yang strategis, berada di tengah-tengah Propinsi Jawa Tengah sebagai lintas jalur transportasi Semarang-Yogyakarta dan Semarang-Purworejo. Posisi tersebut merupakan salah satu potensi yang menjadikan Kota Magelang dapat dikategorikan sebagai Kota Kecil dengan nilai strategis yang mampu memberikan pengaruh terhadap daerah sekitarnya.

0 Responses So far

Poskan Komentar